Rumah Bahagia

Saudaraku, hidup dlm ancaman pagebluk memaksa org terkurung di rumah fisik. Namun, seberapa banyak kah yg memanfaatkan momen itu sbg peluang berpulang ke rumah sejati (fitrah).


Makhluk hidup mengidap sejenis penyakit yg tak bisa disembuhkan kecuali bisa mudik ke “rumah” asal atau menemukan rumah baru, tempat harapan bisa menetas dan berkembang. Itulah nostalgia (nostos = rindu rumah; algos = sakit), berarti homesickness.


Setelah mengembara ribuan mil, kura-kura dan burung pulang ke tempat kelahiran utk bertelur atau menjalin perkawinan. Dgn kapasitas otak lebih besar, pengertian pulang bagi manusia tak mesti kembali ke titik sama di muka bumi, ttp bisa saja ke titik fitrah ideal dlm persepsi mental. Meminjam ungkapan Shoshana Zuboff, “Rumah adlah tempat di mana kita bisa mengetahui dan diketahui, mencintai dan dicintai. Rumah adlah kemampuan penguasaan, kehangatan percakapan, kerapatan pergaulan, kedamaian pesanggrahan, ruang berkembang, berlindung dan berpengharapan.”


Sebaik-baik rumah dlm imaji Al-Quran adlah rumah sakinah; rumah damai-bahagia yg menyuburkan welas asih sesama anggota keluarga, melebarkan pintu kehangatan pd tetangga, dan meninggikan spiritualitas penghuninya dgn menyatukan diri ke dlm dekapan kasih Ilahi.


Sebaik-baik rumah dlm imaji Bible adlah rumah yg dibangun dgn kebijaksanaan, ditegakkan dgn pengertian, yg setiap kamarnya diisi pengetahuan dgn segala kekayaan keriangan dan kemuliaan. Rumah kebajikan Samaritan yg pintunya senantiasa terbuka penuh cinta utk yg lain.


Saat langit mendung dirundung bencana wabah, rasa saling percaya pudar dirongrong pengkhianatan, tenunan sosial robek digerus prasangka, kesenjangan meluas dipacu keserakahan, tak ada kerinduan paling menghunjam selain menemukan kembali "rumah bahagia bersama" (home sweet home).


Kebahagiaan rumah tangga jd fondasi kebahagiaan rumah kebangsaan. Demi menyehatkan “rumah kebangsaan”, kita hrs keluar dr politik ketakutan menuju politik harapan. Bahwa ketulusan cinta pelayanan bisa menyuburkan bumi dari ketandusannya. Mencinta demi menyuburkan berarti tak masa bodoh (tanggung jawab) thd tanah air sbg rumah bersama.


(Makrifat Pagi)

https://www.instagram.com/p/CQzc1_Yl4kN/?utm_medium=share_sheet

0 views0 comments

Recent Posts

See All