Miskin Dalam Kelimpahan

Saudaraku, manusia tak pernah kekurangan apa yg dpt diberikan. Makin banyak memberi, makin banyak menerima; melimpahkan kesuburan dan kesejahteraan negeri.


Tubuh dan mental manusia senantiasa menjalin relasi saling memberi dan menerima dgn semesta. Saling mengasihi dlm mencipta, merawat dan menumbuhkan menjamin kesinambungan relasi jagad kecil dan jagad besar. Makin banyak kita memberi, makin terlibat dlm sirkulasi energi semesta; berujung kelimpahan apa yg kita peroleh dlm

wujud cinta, kesejahteraan dan ketentraman.


Maka, jika kita memberi, berilah dengan senang hati. Jika punya harta berikan bantuan material. Jika tak punya harta, berkatilah sesama dgn pelayanan dan pemikiran positif. Selalu ada yg dpt diberikan.


Bila kehidupan negeri serba kekurangan, bukan karena kurang memiliki, melainkan kurang semangat berbagi. Kalangan yg berkecukupan justru pihak yg tak kenal henti mengambil hak yg berkekurangan.


Betapa banyak kuasawan dan hartawan berperangai bak pengemis. Kepeduliannya bukan memberi sumbangsih pd negara, melainkan mengambil peluang dan sumberdaya dari negara. Mereka mengalami kemiskinan permanen krn tak pernah merasa cukup menimbun dan mengambil hak org banyak.


Tabiat demikian melenceng jauh dari kesadaran etis pendiri bangsa. Di tengah impitan depresi ekonomi 1930-an, Bung Hatta tegar berkata: "Betul banyak orang yg bertukar haluan karena penghidupan, tetapi pemimpin yg suci senantiasa terjauh dari godaan iblis itu."


Bangsa Indonesia telah lolos dari berbagai ujian kemelaratan dan penderitaan. Daya hidup dan karakter keindonesiaan itu justru goyah saat ketamakan dan kezaliman kuasa menari di atas penderitaan rakyat banyak.


Terhadap elit negeri yg tak kenal cukup, rakyat harus berhenti tergiur buaian iming-iming. Seseorang datang hendak memberi uang pada sufi Ibrahim bin Ad-ham. ”Aku tak mau terima sesuatu pun dari pengemis,” ujar Ibrahim. ”Tetapi aku seorang yg kaya,” ujar orang itu. ”Apakah engkau masih menginginkan kekayaan yg lebih besar dari yg telah engkau timbun sekarang?,” tanya Ibrahim. ”Ya”, jawabnya. ”Bawalah kembali uang ini! Engkau adalah pemimpin dari para pengemis.”


(Makrifat Pagi)

https://www.instagram.com/p/CP_t88kBxOL/?utm_medium=share_sheet

0 views0 comments

Recent Posts

See All