Jeda Tengkar

Updated: Jan 10

Penulis: Yudi Latif


Ada saatnya bertengkar, ada saatnya merapatkan barisan dukung Republik. Jelang Pemilu 1955, inisiatif Indonesia menyelenggarakan Konferensi Asia-Afrika menuai pro-kontra di antara pihak-pihak yang berseberangan secara politik. Namun, begitu Konferensi diselenggarakan, semua pihak kompak menyukseskan perhelatan yang mempertaruhkan marwah bangsa. Kini, Asian Games berlangsung dalam momen-momen awal kontestasi politik. Ingatlah, semua tengkar politik ini demi kejayaan bangsa. Marilah jeda sejenak dari ekspresi saling menjatuhkan. Dukung penyenggara dan atlet mengusung kehormatan bangsa. Indonesia harus terhormat dan menang sekarang juga (Belajar Merunduk, Yudi Latif)

1 view0 comments

Recent Posts

See All

Erosi Negara

Penulis: Yudi Latif Ada yang salah dalam negara manakala jabatan politik paling didamba sebagai sumber kehormatan. Bila sebaik-baik manusia adalah yang memberi manfaat bagi orang lain, maka ada begitu

Jalan Memutar

Penulis: Yudi Latif Indonesia harus menempuh jalan memutar karena jalan ke depan adalah jurang. Kita keasyikan berjalan mengikuti gemuruh kerumunan, melupakan tujuan dan kompas panduan. Dalam ketidakj

Genius Nusantara

Penulis: Yudi Latif Pada 1927, cendekiawan India termasyhur Rabindranath Tagore berkunjung ke Jawa dan Bali. Memandang Candi Borobudur secara sepintas, ia merasa seperti melihat India. Begitu memasuki