Jalan Memutar

Updated: Jan 10

Penulis: Yudi Latif


Indonesia harus menempuh jalan memutar karena jalan ke depan adalah jurang. Kita keasyikan berjalan mengikuti gemuruh kerumunan, melupakan tujuan dan kompas panduan. Dalam ketidakjelasan arah, kerumunan terus bertikai, berebut memimpin jalan ke depan. Tanpa disadari, jalan yang dilalui nyaris di tepi jurang. Harus menunggu hingga Donald Trump menang, sayap kanan meraih dukungan luas di Eropa, Angela Merkel terus berkuasa, dan Xi Jinping bisa jadi Presiden China seumur hidup. Barulah sebagian dari kerumunan siuman. Bahwa pasar global kapitalisme melemahkan sendi-sendi demokrasi. Ketika pasar dan modal mengendalikan kebijakan politik, sebagian besar rakyat (demos) tak lagi berdaulat atas politik. Gelombang ketidakpuasan ini menjadikan pemerintahan kuat sebagai jalan keselamatan di hadapan tirani pasar. Kita harus menempuh jalan memutar, kembali ke sistem sendiri; demokrasi Pancasila sejati (Belajar Merunduk, Yudi Latif)

7 views1 comment

Recent Posts

See All

Erosi Negara

Penulis: Yudi Latif Ada yang salah dalam negara manakala jabatan politik paling didamba sebagai sumber kehormatan. Bila sebaik-baik manusia adalah yang memberi manfaat bagi orang lain, maka ada begitu

Genius Nusantara

Penulis: Yudi Latif Pada 1927, cendekiawan India termasyhur Rabindranath Tagore berkunjung ke Jawa dan Bali. Memandang Candi Borobudur secara sepintas, ia merasa seperti melihat India. Begitu memasuki

Kesunyian Kreatif

Penulis: Yudi Latif Kota-kota ketidakbahagiaan bersitumbuh di tengah gebyar lahir kemajuan. Kehidupan metropolitan dirasuki kelimpahan kesepian (loneliness), namun paceklik keheningan (solitude). Kese