Apa Kabar POP dan PP57 Tentang SNP ?

Program Organisasi Penggerak (POP) itu adalah sebuah inisiatif Kemdikbud yang sangat baik, bagaimana tidak, program ini mengajak organisasi masyarakat sipil (OMS) membantu pemerintah menggunakan APBN dalam memperbaiki pendidikan di semua jenjang dan jenis. Hiruk pikuk OMS mendaftar dan mematut diri agar dipilih, "juri" tidak tanggung di tunjuk sebuah konsultan besar dan tentu bekerja sesuai ToR Kemdikbud.


Ketika pengumuman "pemenang", protes terjadi dan melebar kemana mana. Muhammadiyah, PGRI dan LP Maarif NU menolak ikut karena merasa proses seleksinya kurang adil. Organisasi penyalur CSR dari Perusahaan Swasta lolos seleksi pula. Akhirnya POP dihentikan sementara. Bahkan Irjen Kemdikbud sempat menyatakan proses seleksi memang menyalahi aturan dan "panitia" memperbaiki proses sesuai anjuran Irjen.


Namun, Proyek yg seharusnya berjalan di Tahun Anggaran 2020 tersebut, hingga detik ini, menjelang memasuki Juli 2021 belum kedengaran kabarnya. Para "pemenang" kualifikasi Gajah yg puluhan Milyar, Macan yg beberapa Milyar dan sekedar Kijang yang ratusan Juta bak "menunggu Godot" dan, jika organisasi mereka masih baru, bisa jadi orang2 yg disiapkan mengerjakan POPnya sudah raib entah kemana. Apa kabar POP ?


Ada satu lagi. PP57 Tentang Standar Nasional Pendidikan yg juga diprotes warga Pendidikan karena salah langkah lagi dan secara terbuka Mendikbud pengusul meminta kepada Presiden penandatangan agar direvisi, hingga saat ini, janji revisi belum nongol. Artinya, PP57 itu tetap berlaku dan resmi bisa dijadikan rujukan semua kebijakan Kemdikbud.

Dengan 2 contoh koreksi warga thdp kebijakan publik agar menjadi lebih baik dan hingga sekarang tak juga dikerjakan, pdhl mereka dibayar APBN dari pajak si pengoreksi yg "probono", masihkah kita bisa berharap pendidikan kita akan semakin baik ? Meniru Ebiet G. Ade, kita tanya kepada rumput yang bergoyang.

1 view0 comments

Recent Posts

See All

OMG