Ultah ke-68, NU Circle Doakan Buya Said Dilimpahi Kesehatan dan Kebijaksanaan

HB Arifien

2 Jul 2021

Ketua Umum NUCircle, Dr. R. Gatot Prio Utomo, mendoakan Ketua Umum Tanfidz Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Syaid Aqil Syiradj (Buya Said) agar selalu dilimpahi kesehatan dan terus diberi kekuatan serta anugerah kebijaksanaan agar bisa membawa Nahdlatul Ulama (NU) sebagai pemersatu bangsa dan penjaga NKRI menuju 100 tahun kemerdekaan Indonesia. Tepat pada hari Sabtu, 3 Juli 2021, Buya Said berulang tahun (milad) yang ke-68.

Ketua Umum NUCircle, Dr. R. Gatot Prio Utomo, mendoakan Ketua Umum Tanfidz Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Syaid Aqil Syiradj (Buya Said) agar selalu dilimpahi kesehatan dan terus diberi kekuatan serta anugerah kebijaksanaan agar bisa membawa Nahdlatul Ulama (NU) sebagai pemersatu bangsa dan penjaga NKRI menuju 100 tahun kemerdekaan Indonesia. Tepat pada hari Sabtu, 3 Juli 2021, Buya Said berulang tahun (milad) yang ke-68.

“Semoga Buya Said selalu sehat, panjang umur dan senantiasa dilimpahi anugerah kebijaksanaan. Nahdlatul Ulama merupakan organisasi Islam terbesar di Indonesia dan memiliki sejarah panjang dalam membangun peradaban bangsa dan negara. Di bawah kepemimpinan KH Said Aqil Siradj, NU diharapkan menjadi kekuatan pemersatu bangsa dengan membawa panji-panji Islam Rahmatan Lil Alamin,” tegas Gatot Prio Utomo.

Menurutnya, selama ini Buya Said telah menebarkan kemuliaan Islam ke seluruh penjuru nusantara dan bahkan ke seluruh dunia sebagai agama damai, toleran, dan penuh kasih sayang. Ajaran ahlusunnah waljamaah (Aswaja) mengajarkan pentingnya setiap pemeluknya menjadi manfaat bagi sebesar-besarnya kemaslahatan umat.

“Umat Islam harus selalu menampakkan wajah kesalehan sosial. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini, kepedulian, saling menolong, gotong royong sangat dibutuhkan. Islam menjadi rahmat bagi alam semesta, bagi siapa saja di mana saja dan kapan saja,” ujarnya.

Di bawah kepemimpinan Buya Said, NU diharapkan terus menjadi kekuatan penting bangsa Indonesia dalam membangun Indonesia Emas dan Generasi Emas 2045. Tepat ketika Indonesia merayakan 100 tahun kemerdekaannya, bangsa Indonesia diharapkan dapat menjadi mercusuar dunia, dengan PDB ke-4 terbesar dunia.

“Jalan menuju ke sana memang tidak mudah namun tidak boleh pesimis. Dengan segala keunikannya, warga nahdliyin harua membangun sinergi dengan kekuatan bangsa lainnya dan mengambil peran strategis dalam merebut pencapaian tersebut,” katanya opitmis.

Peran-peran strategis meningkatkan profesionalisme santri kini telah diinisiasi oleh NU Circle. Melalui berbagai pelatihan dan up skilling, NU Circle sedang menciptakan jalan besar untuk mencetak generasi emas 2045.

“NU Circle akan fokus membangun masyarakat profesional santri dengan lima bintang Pancasila dan empat bintang akhlak Nabi Muhamad. Dengan sembilan bintang itulah, jalan lebar menuju peradaban 2045 terbentang luas, insyaAllah,” ujar Gus Pu, panggilan akrab Gatot Prio Utomo. (hb)