Silaturahim NU Circle - Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU

HB Arifin

12 Feb 2021

NU Circle beranjangsana secara daring ke para pengurus Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU (YKM-NU). Acara dihadiri hampir seluruh pengurus teras YKM NU seperti ketua Yayasan: Ibu Endang Umar dan juga Dewan Pembina yaitu dr. Umar Wahid. Hadir dari NU Circle yaitu Dewan Kehormatan: Bunda Lily Wahid, Ketum Gatot Prio Utomo, Sekjen HB Arifin, Kabid Kesehatan: Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, dan beberapa pengurus lainnya.

Jumat, 12 Februari 2021, NU Circle beranjangsana secara daring ke para pengurus Yayasan Kesejahteraan Muslimat NU (YKM-NU). Acara dihadiri hampir seluruh pengurus teras YKM NU seperti ketua Yayasan: Ibu Endang Umar dan juga Dewan Pembina yaitu dr. Umar Wahid. Hadir dari NU Circle yaitu Dewan Kehormatan: Bunda Lily Wahid, Ketum Gatot Prio Utomo, Sekjen HB Arifin, Kabid Kesehatan: Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, dan beberapa pengurus lainnya.

Diskusi diawali dengan berbagi inspirasi dari Ketum NU Circle mengenai upaya membangun ketahanan kesehatan nasional melalui Jaringan Klinik Pesantren. Gatot juga membahas pentingnya transformasi digital bagi klinik-klinik di lingkungan YKM NU untuk meningkatkan kualitas layanan dan keunggulan kompetitif dalam lingkungan persaingan usaha yang semakin ketat. Ibu Endang Umar selanjutnya memaparkan kondisi layanan kesehatan dibawah YKM NU yang sesungguhnya membutuhkan sentuhan perbaikan baik dari sisi manajerial dan juga teknologi.

Dua ahli dibidang kesehatan publik selanjutnya ikut sumbang saran. dr. Umar Wahid, dengan segudang pengalaman beliau mengelola RSUD berbagi pengalaman pengelolaan fasilitas kesehatan. Hal lainnya yang diutarakan adalah pentingnya meningkatkan kesehatan masyarakat dalam konteks preventive dibanding sekedar upaya kuratif yang telah memakan biaya yang sangat besar. Prof. Budi Wiweko yang juga merupakan direktur IMERI menyampaikan hal senada, bahkan menambahkan mengenai pentingnya membangun maha data kesehatan Indonesia yang dapat dimulai dari injeksi teknologi kepada klinik-klinik kesehatan seperti yang dimiliki YKM NU.

Rapat yang semula direncanakan hanya satu jam, molor hingga lebih dari dua jam karena intensitas dan menariknya disuksi yang dilakukan. Kedua fihak berharap dapat terjalin kolaborasi yang lebih jauh guna memberikan nilai tambah pada layanan kesehatan yang dimilliki oleh YKM NU.